google-site-verification=s1mNDEwk_Pfv1Jo77vEcXmiRr7FpqbmUrlBXSv1MFgU Tips Aman Terbebas dari Jerat Kosmetik Palsu

Tips Aman Terbebas dari Jerat Kosmetik Palsu

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkap peredaran kosmetik ilegal pada Rabu (28/3). Kepada media, Kepala BPOM, Penny K. Lukito menuliskan produk yang disita tidak mempunyai izin edar dari BPOM dan berisi senyawa yang tidak seharusnya ada dalam produk kosmetik.
"Ada kandungan senyawa atau substansi yang jangan ada di produk kosmetik. Boleh diedarkan bila menggunakan izin obat, tapi tersebut juga butuh resep dokter," kata Penny di kantor BPOM di Jakarta, Rabu (28/3).
Melihat urusan ini, hadir kekhawatiran soal ketenteraman kosmetik yang digunakan konsumen. Ketika ilegalitas kosmetik terkendala sebab adanya senyawa yang tak diperbolehkan beredar di Indonesia karena dirasakan berbahaya, maka urusan ini dirasakan sama bahanya dengan kosmetik palsu dengan bahan kimia yang tak disarankan untuk kulit.
Ada sejumlah bahaya yang dapat ditimbulkan oleh pemakaian kosmetik palsu dengan kandungan bahan kimia yang riskan antara beda iritasi kulit, kemerahan, berjerawat, sampai kehancuran kulit.

Berikut teknik membedakan kosmetik pribumi dan palsu.

1. Harga murah
Harga dapat jadi pijakan mula untuk menyaksikan apakah produk kosmetik yang ditawarkan pribumi atau palsu. Meski kini tidak sedikit produk kosmetik pribumi yang mudah dicapai kantong, namun orang patut curiga andai penawaran harga maupun diskon begitu jauh dari harga semula ataupun harga jual yang paling murah.

Dikutip dari Womens Weekly, konsumen pun perlu mengerjakan riset terlebih dahulu. Selain penelitian harga, penelitian bersangkutan produsen kosmetik butuh dilakukan. Sebab andai produk dan produsen tidak cocok maka, jelas bahwa kosmetik ini ilegal dan mendapat bahan penciptaan dari sumber yang tidak dapat dipercaya.

Beberapa kosmetik dengan harga tinggi laksana M.A.C (dari grup Estee Lauder), NARS (dari grup Shiseido), Make Up For Ever (dari L Beauty) dan Laneige (dari Amore Pasific) pasti sudah tidak sedikit dikenal. Namun andai produk ini dipasarkan di luar konter plus diskon tinggi maka konsumen patut waspada.

2. Kemasan
Masing-masing produk kosmetik mempunyai kemasan yang khas. Meski demikian, konsumen sering lupa memeriksa kemasan. Produk kosmetik kepunyaan Kylie Jenner, Kylie Lip Kit misalnya. Dilansir dari MTV, kemasan produk mempunyai shade warna pada unsur atas dan sisi kotak.

Kemudian pun ada nama shade warna yang tertulis pada unsur atas kotak. Produk palsu mempunyai kotak berwarna putih dan nama shade salah ketik atau bahkan salah nama.
3. Label
Dikutip dari rilis BPOM, konsumen yang melakukan pembelian produk apapun tergolong kosmetik diinginkan mengecek label serta penjelasan pada kemasan.

Semua produk legal mempunyai nomor izin edar dari BPOM. Produk-produk yang sudah mendapat nomor izin edar sudah mengantongi izin dari BPOM dan sudah terbukti aman dikonsumsi.

Di samping itu, periksa tanggal kedaluwarsa guna meyakinkan produk masih pantas dikonsumsi atau tidak.

"Cek kedaluwarsa sebelum melakukan pembelian atau mengonsumsi produk kosmetika," imbau Penny dilansir dari website resmi BPOM (28/3).

4. Aroma
Jangan sia-siakan peluang untuk mengupayakan produk kosmetik. Tak perlu mengupayakan mengaplikasikannya ke wajah, tapi jajaki oleskan pada tangan guna mencium wewangian produk. Produk palsu sering mengeluarkan wewangian tak sedap, bertolak belakang dengan produk asli. Produk palsu tak tidak jarang kali meniru bahan-bahan produk asli sampai-sampai aromanya serupa dengan bahan kimia.

5. Tempat membeli
Konsumen sekarang tak mesti mengunjungi konter produk guna mendapat kosmetik yang diinginkan. Online shop menyerahkan kemudahan melulu dalam sekali klik. Namun konsumen pun harus menyimak apakah toko virtual benar-benar memasarkan produk pribumi atau bukan. Jika masih ragu, usahakan konsumen melakukan pembelian produk dari website resmi produk atau mengunjungi konter yang resmi

Post a Comment

0 Comments